Ide tulisan ini berkembang dari hasil ngobrol ngalur ngidul gak tentu arah dengan beberapa teman.
Menjelang pemilu yang tinggal seminggu lagi, banyak seruan untuk melakukan golput. Tak kurang tokoh sekaliber Gus Dur pun pernah menganjurkan untuk melakukan golput.
Selain Gus Dur, ada juga blogger yang menganjurkan golput seperti tulisan Om Rony di sini. Namun tak dipungkiri ada banyak yang menganjurkan agar kita menyalurkan hal pilih kita demi negara ini (halah bahasanya…)
Awalnya aku setuju dengan gerakan golput ini, dengan alasan para caleg gak ada yang memenuhi kualifikasi, gak dikenal rakyat atau program partai/caleg yang gak jelas dan segudang alasan lainnya. Tapi obrolan beberapa hari yang lalu jelas merubah cara pandangku.
Diawali dengan obrolan gak jelas di warung kopi, obrolan bergeser dengan cepat dari masalah kuliah, cara mencari duit dengan cepat dan tepat tapi gak melanggar hukum, hantu dan sebangsanya serta tiba-tiba hinggap di topik yang berat; Pemilu.
Aku dengan gagah berani melemparkan beberapa argumentasi untuk mempengaruhi mereka agar tidak menggunakan hak pilihnya; sama aja, abis pemilu mereka yang menang kita gak dapat apapun.
Setelah aku diam mengatur napas sambil minum teh dingin (orang yang aneh, duduk di warung kopi tapi minumnya teh dingin :)), beberapa pertanyaan mulai diajukan oleh temanku.
Kee suka gak dengan syariat islam di aceh? –> Gak
Kee suka gak di aceh gak bisa ada hiburan gara-gara syariat islam? –> Gak
Kee suka gak kalo Cut Nyak jadi presiden? –> jelas gak suka
Kee suka gak kalo di aceh ada darurat militer lagi? –> gak suka
Nah karena semua jawaban mengindikasikan ketidaksukaan akan beberapa hal di atas maka kita harus ikut pemilu jangan jadi golput.
Kalo golput, kemungkinan menang PKS akan semakin besar, yang akan mendorong syariat islam ala aceh yang penuh tipuan ini semakin berkembang. Sejalan dengan itu aceh juga gak bakalan ada hiburan yang bisa membuat rakyatnya melupakan masalah hidup mereka sejenak.
Kalo golput, kemungkinan PDIP menang akan semakin besar dan ada kemungkinan mereka akan mendorong Megawati untuk menjadi presiden kembali. Gak trauma dengan Megawati? Dia menangis di Masjid Raya Baiturrahman dan berjanji untuk mendukung perdamaian di aceh, tetapi ketika kembali ke jakarta ia bukan mengirimkan tim perdamaian tapi malah tentara ke aceh.
Kalo golput, kemungkinan menang partai-partai yang dibentuk para jenderal akan semakin besar. Ada isu yang berkembang, beberapa orang berpengaruh di jakarta konon gak pernah dengan perdamaian di aceh.
Untuk beberapa alasan tersebut kemudia aku merubah pendirianku dari golput menjadi pemilih aktif, dengan catatan kalau aku mendapat undangan untuk menjadi pemilih di daerahku
Masalah koruptor? Semua caleg pasti bakalan berlomba untuk mengembalikan pundi-pundi mereka yang telah habis waktu kampanye. Jadi gak usah munafik dengan bilang mau menafkahkan gaji 50% untuk rakyat atau janji-janji palesu lainnya.
Jadi, lebih baik jangan golput pada pemilu 2009 minggu depan ya.
—
Kee = kau atau kamu dalam bahasa aceh.