Archive for the ‘Acehku’ Category
Ziarah Syiah Kuala
Thursday, May 20, 2010 16:40 No CommentsSebenarnya udah lama pengen jalan – jalan melihat makam Syiah Kuala ini. Dulu waktu awal tsunami sempat datang juga karena penasaran dengan komentar orang – orang yang bilang kalau makam ini gak hancur dibawa gelombang tsunami.
Akhirnya baru beberapa minggu yang lalu sempat ke sana. Berikut adalah beberapa foto yang berhasil diambil ketika berziarah ke Makam [...]
Syiah Kuala: Mursyid Syattariyah Dari Aceh
Monday, May 10, 2010 17:29 1 CommentSyekh Abdurrauf Singkil (Singkil, Aceh 1024 H/1615 M – Kuala Aceh, Aceh 1105 H/1693 M) adalah seorang ulama besar Aceh yang terkenal. Ia memiliki pengaruh yang besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatera dan Nusantara pada umumnya. Sebutan gelarnya yang juga terkenal ialah Teungku Syiah Kuala (bahasa Aceh, artinya Syekh Ulama di Kuala). Sumber: Wikipedia [...]
Kebodohan Yang Sering Terjadi di Aceh
Thursday, December 10, 2009 8:39 No CommentsUlama/MPU/Teungku/apalah itu namanya
Saling berdebat diantara mereka (lihat postingan sebelumnya) dan membingungkan umat dengan pernyataan mereka.
Tidak mampu menyusun skala prioritas.
Mendukung pengguntingan celana panjang di Aceh Barat, mendukung qanun jinayat tapi gak pernah mencoba membuat rancangan qanun anti korupsi. Penting mana memangnya antara gunting celana dan rajam dengan memotong dan merajam budaya suap dan korupsi di Aceh?
Pemerintah
Dulu [...]
Pertentangan Ulama
Friday, December 4, 2009 5:19 No CommentsBerawal dari berita di Harian Serambi Indonesia yang memberitakan bahwa MPU Larang Peredaran Buku Syeh Amran Wali yang kemudian ditanggapi melalui berita MPTT Amran Waly Sesalkan Keputusan MPU Aceh Utara serta sebuah opini pada harian yang sama berjudul Fatwa Sesat dan Pentingnya Dialog.
Tulisan – tulisan di atas membuat keningku berkerut, para ulama ini kenapa harus [...]
Viva Koruptor!
Tuesday, September 15, 2009 1:16 1 CommentPagi ini baca koran Serambi Indonesia dan pas di headline dengan font yang gede ada berita tentang pengesahan rancangan qanun (perda) jinayat. Isi beritanya lumayan keren, tentang pengesahan hukuman cambuk yang lebih berat kepada para penzina plus hukuman mati dengan rajam untuk kasus – kasus kelamin tertentu.
Kedengaran familiar? Ya…hukuman itu biasanya diterapkan di negara dengan [...]
Pasca Pemilu
Sunday, April 19, 2009 4:01 No CommentsPemilu usai sudah.
Orang-orang di kota besar telah lama selesai menikmati kopi gratis dari Starbuck. Tinta di jari kelingking juga telah luntur, hilang terbawa air.
Kemenangan Partai Aceh (PA) memang sudah diprediksi. Tetapi secara nasional PKS masih tetap masuk ke dalam lima besar
Hiks…kapan ya rakyat negeri ini bisa terbuka matanya bahwa partai yang katanya bersih [...]
Sayonara BRR
Wednesday, April 15, 2009 4:00 No CommentsHari ini adalah hari terakhir BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Aceh – Nias bekerja untuk membangun kembali Aceh dan Nias. Setelah empat tahun bekerja tentu aja masih banyak yang belum tersentuh. Tapi gak bisa dipungkiri telah banyak yang mereka kerjakan untuk membangun kembali daerah ini.
Masih terbayang bulan-bulan pertama pembentukan BRR. Beberapa staf UNIMS (United Nations [...]
Sisa Kerajaan Aceh III
Tuesday, February 24, 2009 15:35 4 CommentsKomplek Baperis II
Makam keluarga istana. Disini dikuburkan beberapa sultan dan anak serta istri mereka.
Makam istri Sultan Muhammad Daud Syah. Mungkin gak ya buat nyari jalur keturunan sultan terakhir?
Sisa Kerajaan Aceh II
Friday, February 20, 2009 11:15 1 CommentKomplek Baperis I
Komplek yang terletak diantara Meuligoe (pendopo) Gubernur Aceh dan Museum Aceh ini terdapat beberapa peninggalan yang menarik untuk dilihat. Didukung oleh rimbun pohon yang kayaknya udah ada dari jaman Belanda dulu
Postingan kali ini terfokus pada senjata yang dipajang di halaman komplek tersebut.
Deretan senjata sisa perang Aceh
Deretan senjata sisa perang Aceh
Salah satu meriam [...]
Sisa Kerajaan Aceh I
Tuesday, February 17, 2009 10:21 6 CommentsMakam Sultan Iskandar Muda
Dari dalam pagar makam
Dari luar pagar makam
Dari sisi kiri makam
Fajar Hari Putra