Tabrak Kucing
Wednesday, April 22, 2009 7:22Subuh tadi tiba-tiba jendela kamarku diketuk oleh sesosok tubuh berkepala rada botak. “Bang, antar kami ke bandara lah”
Dengan mata yang masih terpejam kuganti pakaian dan duduk di sebelah pak sopir yang sedang bekerja, mengendarai mobil supaya laju jalannya
Tiba-tiba tubuhku tersentak ke depan seiring dengan makian temanku yang berposisi sebagai pengendara.
“Ada bebek”, kata temanku. Kemudian mengalir satu cerita darinya yang selama ini gak kusadari sering terjadi.
Orang aceh kayaknya lebih sayang kucing daripada manusia, liat aja kalau kucing ditabrak dan mati orang yang nabrak bakalan nguburin kucing itu dan kemudian melakukan kenduri garam (membagi garam kepada tetangga). Sementara jika yang ditabrak itu manusia, si penabrak pasti lari tunggang langgang dan gak bakalan nolong si korban.
Dengan dalih kalo Nabi Muhammad sayang ama kucing, maka prosesi menguburkan atau minimal memindahkan mayat si kucing ke pinggir supaya pengemudi selanjutnya gak nabrak bangkainya itu akan terjadi. Kalo yang lebih gila malah dia berdoa di atas kuburan si kucing dan minta maaf.
Nah gimana kalo yang korban itu manusia? Si penabrak tentu saja akan mengambil jurus paling sakti di muka bumi, KABUR…
Trus gimana kalo misalnya ada yang bilang kalo Nabi itu sayang ama kecoak? Kebayang gak kalo semua rumah orang islam bakalan penuh dengan kecoak…Blom lagi perusahaan yang memproduksi racun kecoak bakalan di demo abis-abisan ama orang islam.
Kasus ini sama dengan orang-orang yang menyamakan budaya islam dengan budaya arab, sehingga semua budaya arab di kopi dan paste mentah-mentah ke indonesia dan semua budaya daerah dikatakan tidak sesuai dengan islam. Jubah dan cadar jadi standar untuk diakui keislamannya oleh mereka. Kebayang gak sih kalo seandainya Muhammad bin Abdullah diangkat jadi nabi di Irian? Apakah koteka bakalan jadi pemandangan sehari-hari?
Jadi…masih lebih penting mana; kucing atau manusia? Islam sebagai agama atau Islam sebagai budaya arab?
Fajar Hari Putra
mau tau aja says:
April 28th, 2009 at 3:45 am
dari pada kopi paste agama atau budaya,,,, mendingan ngopi di Aan & Alex. betul nggak?
Maulana says:
July 17th, 2009 at 5:47 pm
Memangnya Muhammad bin Abdullah lebih mentingin kucing daripada manusia? Enggak juga kan? Tetep saja pentingan manusia daripada hewan.
Dalam Islam, kalau ada muslim terbunuh harus dibalas darah dengan darah.
Tetapi hewan juga harus disayangi, kalo mau masuk surga.
Memang dalam sejarah Nabi, ktnya ada wanita rajin ibadah tetapi menyiksa kucing (hewan peliharaannya) dan dikatakan dia tidak bisa masuk surga.
Rasanya itu merupakan nilai yang universal, sekarang banyak tuh perkumpulan penyayang binatang. Jadi sebagai pemeluk Islam, saya perlu tidak malu.
Sebenarnya Islam diturunkan pada zaman, tempat dan manusia2nya yg cukup ideal tuk menerima Islam sendiri. Buktinya perkembangannya sangat cepat. Gak mungkin dulu turun di Papua, tidak ideal sama sekali
syahmin says:
July 21st, 2009 at 3:41 am
Islamnya gak salah sama sekali, tapi orang-orang yang mencoba memaksa pemahaman mereka yang salah. Kalo mengenai perkembangannya yang sangat cepat kok saya malah agak kuatir ya? Pertumbuhan pemeluk islam gak berbanding lurus ama kualitasnya.
mawaddah cintailah tuhan says:
August 18th, 2009 at 9:57 am
haiwan juga ingin di sayangi oleh manusia..banyak hikmahnya memelihara haiwan dan menyayangi haiwan ini..bukan sahaja kucing..tetapi juga haiwan2 lain..kalau kita fikir dan renung secara mendalam tentang kehidupan haiwan ni..sedih..ada yang didiera..di buang dan macam2 lagi..kesian betul..kadang2 manusia terlalu kejam terhadap haiwan ini..kisah nabi muhammad menyayangi kucing ia adalah benar..jika beliua ke mana2,kalau terjumpa kucing jalanan.beliua mesti membawa pulang dan memeliharanya..ia sangat penyayang…subhanALLAH..cubalah anda renungkan….
mawaddah cintailah tuhan says:
August 18th, 2009 at 10:01 am
pupuklah sifat penyayang dalam diri anda….dalami juga lah kisah2 haiwan sehingga anda dapat merasai nya….
sari says:
December 24th, 2009 at 3:55 am
tu semua tergantung anda percaya pa gk nya, tp bagi gue sih percaya semua itu,walaupun mitos tetep ja gk boleh diremehkan,kucing juga mahkluk hidup ciptaan allah.pa lagi kucing dalam cerita islam adalah binatang kesayangan nabi.seandainya mitos itu benar gimana?pa anda tidak percaya?banyak kok orang mengalaminya,habis nabrak kucing dia pasti kenak masalah.yg penting jangan menyakiti binatang palagi tu kucing.
dlis says:
July 7th, 2010 at 4:35 pm
Aku syang bngt sama kucing…. Hmmm…..