Viva Koruptor!
Tuesday, September 15, 2009 1:16Pagi ini baca koran Serambi Indonesia dan pas di headline dengan font yang gede ada berita tentang pengesahan rancangan qanun (perda) jinayat. Isi beritanya lumayan keren, tentang pengesahan hukuman cambuk yang lebih berat kepada para penzina plus hukuman mati dengan rajam untuk kasus – kasus kelamin tertentu.
Kedengaran familiar? Ya…hukuman itu biasanya diterapkan di negara dengan Islam garis keras seperti Iran. Tapi Islam yang beredar di Indonesia ini bukankah Islam yang penuh kasih sayang? Kita gak harus mencontoh negara – negara lain dalam hal penerapan Islam dengan keras. Toh kita bisa aja menerapkan hukuman ala kita dengan tetap berdasarkan Qur’an dan Hadits.
Katanya pengesahan ini diwarnai demo dari yang pro dan kontra kepada isi perda ini. Selain itu juga diwarnai kesan aneh karena terkesan terlalu kejar tayang. Sisa dua minggu lagi masa pengabdian anggota DPRD dan mereka masih terus sibuk mengesahkan sejumlah rancangan perda menjadi perda.
Apa gak ada kegiatan penyusunan pertanggungjawaban dari para anggota DPRD? Apa begitu habis masa bakti mereka tinggal lenggang kangkung ninggalin setumpuk berkas dan meja mereka? Wuih enak juga jadi anggota DPRD kalo gitu
Yaaahhh gimanapun itu udah jadi ketetapan pemda Aceh walaupun katanya sejumlah LSM dan bahkan kantor wakil gubernur menentang penetapan tersebut tapi tentu saja mereka gak bisa bilang apa – apa ketika itu sudah jadi perda.
Satu lagi keanehannya, kalo gak salah pada waktu yang hampir bersamaan juga pernah baca mengenai rancangan perda korupsi, tapi sampe sekarang kok gak ada kabar lebih lanjut ya? Apa karena banyak pihak yang ketakutan tangannya buntung kalo perda itu diterapkan?
Kalo menurut aku sih daripada sibuk ngurusin tentang kelamin itu bukankah lebih baik diurus masalah korupsi terlebih dahulu? Kalo urusan kelamin cuma urusan warga kampung yang marah dan merasa terkena sial desa mereka tapi kalo korupsi bukankah lebih kejam?
Korupsi bukan cuma membuat sial satu kampung, tapi juga daerah. Kalau tsunami yang lalu katanya membunuh banyak orang, tapi paling gak mereka langsung meninggal. Kalo korupsi mereka membunuh pelan – pelan. Ketika korupsi berjalan dengan santainya, mereka dapat membunuh perekonomian suatu daerah kan? Dengan itu tentu saja akan banyak orang yang terkena dampaknya.
Anyway…viva koruptor…kehadiran kalian emang dinantikan di daerah yang masih sibuk urusin urusan personal orang lain tanpa mengetahui kalo kalian itu jauh lebih berbahaya.
Fajar Hari Putra
Maulana says:
October 13th, 2009 at 1:15 pm
Hukum Islam memang perlu diterapkan dengan konsisten. Kalau ada hukum rajam tuk perzina, harus ada hukum potong tangan untuk koruptor!
Jangan dahulukan salah satu diantara dua itu. Zina merupakan dosa besar, mencuri pun hukumannya harus tegas juga.
Ingatlah Sultan Iskandar Muda pernah menghukum rajam anaknya yang berzina.
Yang harus kita ingat adalah ungkapan : “Jika hukum hanya diterapkan pada rakyat kecil, akan hilang wibawa negara”