Kebodohan Yang Sering Terjadi di Aceh

Thursday, December 10, 2009 8:39
Posted in category Acehku, Uneg-Uneg

Ulama/MPU/Teungku/apalah itu namanya

  1. Saling berdebat diantara mereka (lihat postingan sebelumnya) dan membingungkan umat dengan pernyataan mereka.
  2. Tidak mampu menyusun skala prioritas.
    Mendukung pengguntingan celana panjang di Aceh Barat, mendukung qanun jinayat tapi gak pernah mencoba membuat rancangan qanun anti korupsi. Penting mana memangnya antara gunting celana dan rajam dengan memotong dan merajam budaya suap dan korupsi di Aceh?

Pemerintah

  1. Dulu sibuk minta dana bagi hasil migas diperbesar, setelah ada dananya ternyata gak sanggup menghabiskan untuk membangun daerah.
  2. Gak berani menegakkan peraturan yang udah dibuat oleh mereka sendiri.
    Zona larangan parkir di depan BCA Banda Aceh, terminal liar di Simpang Surabaya, perebutan kursi ketua DPRA.

Masyarakat Umum

  1. Rendahnya kesadaran keselamatan jalan raya
    SMS sambil bawa kendaraan (pernah liat polwan pake seragam lengkap plus naek motor dinas smsan sambil bawa kendaraan), melanggar lampu merah, jalan pelan di jalur cepat (biasanya sambil nelpon).
  2. Rendahnya kesadaran kebersihan
    Abis makan snack di kendaraan langsung buang sampah di jalan, merokok trus buang puntungnya di jalan.

Ada lagi yang lainnya? Atau ada salah satu yang sering anda lakukan?

Kalau aku sih kadang masih suka nerobos lampu merah :D , tapi kalo masalah buang sampah aku berusaha keras mendisiplinkan diri untuk gak buang sampah sembarangan, apalagi dulu pernah liat kalo yang nyapu jalan pas subuh – subuh itu adalah nenek – nenek.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply