Hitam Putih Tasawuf [2]
Thursday, December 17, 2009 10:24Kelucuan Keempat:
Pengagungan terhadap kuburan serta kunjungan kepada makam-makam merupakan salah satu dasar akidah Syiah. Mereka itulah golongan pertama yang membangun kuburan dan menjadikannya sebagai syiar mereka. Kemudian muncul orang-orang Sufi yang syiar terbesarnya adalah pengagungan terhadap kuburan, membangun dan menghiasinya, melakukan thawaf mengelilinginya meminta berkah dan meminta pertolongan kepada penghuninya. Bahkan kuburan Ma’rûf Al Kurkhi, seorang tokoh Sufi diyakini menjadi obat yang mujarab.
Pengagungan kubur adalah fitnah yang sangat keji yang sering dilancarkan untuk kaum Sufi. Mengenai pembangunan dan menghiasnya, itu adalah ungkapan hormat dan sayang dari para murid kepada gurunya yang telah meninggal, tetapi mengenai thawaf itu adalah fitnah yang luar biasa keji.
Kuburan sebagai obat dan tempat meminta berkah? Beberapa riwayat menyebutkan bahwa para salafus salih meminta berkat dan syafaat di kuburan Nabi Muhammad saw. Bagaimana dengan kita yang tidak setiap hari bisa mencium kubur Rasulullah? Selain masalah jarak juga ada larangan dari kaum Wahabi yang menguasai arab sekarang ini untuk mengaburkan masalah cium kubur ini. Untuk mengatasi itu maka orang – orang melakukannya di kuburan para ulama yang mereka percayai keramat dan dapat menolong mereka sebagai perpanjangan tangan syafaat Rasulullah.
Kelucuan Kelima:
Kaum Sufi menikam kaum Muslimin dari belakang dalam perjuangan melawan agresi musuh Islam.
Tidak ada komentar panjang untuk kelucuan yang ini selain mungkin si penulis artikel di Facebook itu perlu membaca dan mengkaji lebih banyak buku sejarah. Mungkin bisa dimulai dengan membaca artikel “Peranan Sufi dalam sejarah perjuangan Islam” dan “Chechnya: Sejarah, Perjuangan dan Masa Depan“.
Kemudian sebagai gambaran umum bagaimana para imam mazhab dan ulama – ulama besar lainnya bersaksi mengenai tasawuf dan sufi maka ada baiknya membaca “Kesaksian Para Ulama Besar Fiqih tentang Tasawuf dan Ulama Besar Sufi“. Jika mereka yang kita ikuti sebagai imam mazhab mengakui keutamaan tasawuf mengapa kita tidak?
Fajar Hari Putra